Main Article Content

Abstract

Learning assessment based on local wisdom is essential in interpreting cultural diversity. This Science and Technology for the Community (IbM) activity aims to socialize ethnomathematics-based mathematics learning assessments, especially Banyumasan art culture. The target of this activity is UMP elementary school teachers in general and UMP elementary mathematics teachers in particular, totaling 22 people. The methods and strategies used in implementing this IbM are starting with a preetest to determine the initial ability of participants, given treatment through book review, discussion, question and answer, simulation and ending with postest and reflection. This activity results in the increasing insight of UMP elementary school teachers on ethnomathematics-based learning assessment, especially Banyumasan art with an average gain of as much as possible. 17.85. The participants' responses to the implementation of this activity were adding insight (59%), valid (19%), welcoming positively and expressing pleasure (22%).

Keywords

Mathematics Art Culture Banyumasan Assessment

Article Details

How to Cite
Kusno, K., Setyaningsih, E. ., Gunawan, G., & Kusuma, J. W. (2023). ASSESSMENT OF MATHEMATICS LEARNING BASED ON BANYUMASAN ART CULTURE. Tesseract: International Journal of Geometry and Applied Mathematics, 1(3), 90–98. https://doi.org/10.57254/tess.v1i3.15

References

  1. Achmad GH, Ratnasari, Amin A & Yuliani. 2022. Penilaian Autentik pada Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN Volume 4 Nomor 4, hal 5685 – 5699.
  2. Alawi D, Sumpena,A , & Supiana. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pasca Pandemi Covid-19. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN Volume 4 Nomor 4 Tahun 2022 Halm 5863 – 5873
  3. Baharudin, MR, 2021. Adaptasi Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran,Vol. 4, No. 1, hal 105-205.
  4. Dega, AT, (2022). Penguatan peran guru dalam implementasi kebijakan merdeka belajar di sekolah dasar. ELSE (Elementary School Education Journal) Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Volume 6 Nomor 1 Februari 2022, pp 1-22
  5. Fitriyah CZ & Wardani RP. 2022. Paradigma kurikulum merdeka bagi guru sekolah dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 12 No. 323, hal 236-243
  6. Indarta, Y, Jalinus, W & Waskito. 2022. Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar dengan Model Pembelajaran Abad 21 dalam Perkembangan Era Society 5.0. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022 Halm 3011 - 3024 EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN Research & Learning in Education, hal 3011-3024
  7. Kusno &Makhful, (2022). Etnomatematika pada budaya pesantren. EUREKA MEDIA AKSARA, Purbalingga, Jawatengah.
  8. Kurniati,P., Kelmaskouw, L.A., Deing, A., Bonin., Haryanto, A.B. (2022). Model proses inovasi kurikulum merdeka implikasinya bagi siswa dan guru abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2(2), 408-423
  9. Natawijaya, IN & Dantes, N, 2015. Perancangan model transpormasi pendidikan teknohumanistiK yang terintegrasi dengan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Vol. 4, No.1,pp 599-611.
  10. Okta D, Priantini, Suarni K, & Ketut I. 2022. Analisis kurikulum merdeka dan platform merdeka belajar untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. JURNAL PENJAMINAN MUTU Volume 8 Nomor 2 2022, 2548-3110
  11. Purnawanto AT. 2022. Perencanakan pembelajaran bermakna dan Asesmen kurikulum merdeka. Jurnal pedagogy Vol 12, N0 1, hal 75-85
  12. Wafiqni, N.& Nurani, S (2018). Model pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal. AL BIDAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Volume 10, Nomor 02, Volume 10, Nomor 02, pp 256-270
  13. Widodo, A (2020). Nilai budaya ritual perang topat sebagai sumber pembelajaran ips berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial Vol. 5, No. 1, Juni 2020, pp 1-16